Kolom

Pemanfaatan SDA Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi -Respon terhadap Permen ESDM No.7/2012- (Bagian Pertama)

Sabtu, 08 September 2012 14:44
zulkifli .jpg

Alumni PII - Sebagai tindak lanjut UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pada 6 Pebruari 2012 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik telah menandatangani Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral yang segera menuai pro kontra. Penolakan sebagian besar dilontarkan oleh pengusaha tambang yang belum siap mengimplementasikan regulasi itu.

Seharusnya bisa dipahami, bahwa lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah pada dasarnya merupakan implementasi visi dan misi pemimpin sebuah negara. Di Indonesia, kebijakan-kebijakan yang telah diterapkan selama ini masih belum bisa sepenuhnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, khususnya yang ada di daerah. Padahal semestinya setiap kebijakan bisa dikelola dengan baik untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) misalnya, meski sudah disiapkan secara matang ternyata tidak bisa diterima dengan baik oleh publik.

Fenomena ini adalah contoh bagaimana kita mengelola sebuah perubahan. Sebuah kebijakan yang didasari dari sebuah visi dan misi pemimpin yang muncul di awal pemerintahannya untuk bisa mengelola sebuah perubahan dengan baik. Kelemahan yang menjadi pekerjaan rumah, baik bagi pemerintah maupun rakyat negeri ini terlalu banyak untuk disebutkan. Misalnya kurang intensifnya hubungan pemerintah beserta perangkat yang dimiliki dengan rakyat. Memang disadari bahwa masalah yang ada cukup pelik dan kompleks, tidak hanya menyangkut satu bidang kehidupan saja. Namun dengan kepercayaan diri dan integritas nasional yang tinggi, didukung melimpahnya sumber daya yang ada, tidak mustahil Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. Bahkan pada suatu ketika bangsa ini mampu unggul dan menempati posisi terdepan dalam kancah internasional.

Pertanyaan yang mestinya menggugah kita semua, akankah kita tetap tinggal diam melihat keadaan yang ada sekarang? Kita harus memiliki keyakinan bahwa sekecil apapun tindakan kita dalam rangka menuju perbaikan, akan berdampak di masa mendatang. Jika setiap penduduk Indonesia mempunyai pikiran seperti itu, tidak diragukan lagi Indonesia akan menjadi leader dan menjadi trend setter kehidupan dunia 20 tahun yang akan datang, bahkan mungkin bisa lebih cepat.

Berbagai pemimpin dunia dan tokoh ekonomi berdatangan memuji keberhasilan Asia dalam berbagai bidang, terutama ekonomi. Berbagai negara juga berlomba-lomba memperkuat pengaruh mereka di Asia, tidak terkecuali Amerika Serikat.??Tapi kemajuan di Asia bukannya tanpa cela. Beberapa negara seperti China dan India, dua negara termaju di Asia, terancam terganggu perkembangannya jika tidak dapat memenuhi harapan masyarakat. ??Selain itu, peluang konflik terbuka antar negara di Asia adalah yang terbesar di dunia. Itulah sebabnya seorang pakar politik dan ekonomi Amerika Serikat, Lex Reiffer, mengatakan bahwa Asia adalah ancaman terbesar terhadap perdamaian dunia. Indonesia sebagai salah satu negara berkembang – seperti yang digembar-gemborkan pemerintah – tidak mengesankan Lex. Data kemajuan hanyalah data semu, bukan keadaan sebenarnya, Indonesia suatu saat bisa menjadi miskin sumber daya. Malahan menurut Lex, Indonesia akan menjadi masalah baru bagi Asia, jika tidak dapat mengatasi masalah perekonomiannya dan mulai memperhatikan upaya melestarikan sumber daya alam.

Dalam konteks itulah semestinya kita perlu mendukung kehadiran Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2012 agar bisa menjadi pegangan untuk memberantas kegiatan pertambangan ilegal dan tidak bertanggungjawab. Karena itu eksploitasi bahan tambang dan mineral strategis tetap harus dikendalikan oleh negara. Ke depan, diperlukan adanya kuota ekspor agar jangan sampai kebutuhan domestik terlantar. Menyikapi permasalahan tersebut perlu dipertimbangkan agar kebijakan pemerintah tidak hanya sampai proses pengolahan (industri hilir) akan tetapi sampai pada tingkat produk jadi.

Kebijakan tentang produk jadi

Ada beberapa pertimbangan pentingnya kebijakan pemerintah untuk mengatur produk jadi, yaitu:

1) Pertimbangan Ideologis dan Politis

Amanah UUD 1945, dalam membari arah dan tujuan pembangunan bangsa Indonesia sudah cukup jelas. Dalam pembukaan alinea ke-2 "Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur." Demikian juga pada alinea ke-4 yang sekaligus menegaskan dasar Negara Indonesia. Sedangkan dalam batang tubuhnya, yakni pada pasal 33 disebutkanBumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

2) Pertimbangan Ekonomis

Amanah UUD 1945 mestinya membuat pemerintah sebagai pengelola sumber daya alam harus melaksanakannya secara transparan dan akuntabel. Untuk itu diperlukan suatu perubahan pendekatan sistem pengelolaan, dari pendekatan ekonomi mikro standar (yang hanya menguntungkan pihak perusahaan selama kontrak kerja berlangsung) menjadi pendekatan ekonomi sumberdaya. Melalui pendekatan ekonomi sumberdaya dengan etika utilytarianisme bertujuan mensejahterakan masyarakat seoptimal mungkin untuk generasi sekarang dan yang akan datang. Seperti pada kasus PT Freeport, perlu pengkajian ulang kontrak kerja sama antara pemerintah dan Freeport, agar bagi hasilnya lebih proposional dengan jangka waktu kontrak yang lebih rasional. Dengan demikian Indonesia sebagai negara pemilik sumber daya alam tersebut dapat menikmati hasilnya sekaligus segera melunasi semua utang-utangnya. 

Kemp dan Martens (2007) mengatakan bahwa economy refers to jobs and wealth; environment to environmental qualities, biodiversity, and nature’s resources; and society to health, social cohesion, and opportunities for self-development attributable to education and freedom (ekonomi menunjuk pada pekerjaan dan kesejahteraan; lingkungan pada kualitas lingkungan, biodiversitas, dan sumber daya alamiah; serta sosial pada kesehatan, kekerabatan sosial, dan kesempatan bagi pengembangan diri sebagai hasil pendidikan dan kebebasan).

3) Pertimbangan Sosial dan Budaya

Dasar dari sikap kita terhadap pengentasan kemiskinan adalah komitmen untuk mencari solusi yang adil bagi masyarakat dan lingkungan yang memungkinkan semua lapisan masyarakat menikmati hasil konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Munculnya masalah kemiskinan dan pengangguran akibat belum meratanya pendidikan sehingga banyak sumber daya manusia dengan skill yang rendah. Akibatnya kesempatan kerja bagi mereka juga sedikit, meskipun berada di daerah yang melimpah sumber daya alamnya.

Selain itu meingkatnya pengangguran di Indonesia juga ikut didorong banyaknya pihak swasta yang mengirimkan barang ke luar negeri seperti: tekstil, gas alam dan lain-lain. Hal itu berakibat mengurangi kebutuhan pekerja lokal, dibandingkan jika barang-barang tersebut didistribusikan di dalam negeri.

4) Pertimbangan Teknologi

Hal yang sangat mendasar di dalam pengelolaan sumber daya alam adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang mampu memanfaatkannya tanpa merusak alam tersebut bahkan menumbuhkan value added yang lebih besar, yang lebih dikenal dengan konsep green technology. Karena itu perlu dukungan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga penelitian untuk mengubah mind set yang selama ini melekat di masyarakat, bahwa kemajuan teknologi akan berdampak pada kerusakan alam.

Pelaku usaha juga dituntut melakukan inovasi teknologi. Supply chain pengelolaan sumber daya alam Indonesia dari hulu – hilir sampai dengan barang/produk jadi membutuhkan creat value added dari suatu teknologi. Selain itu sumber daya manusia sebagai pelaku teknologi juga harus berakhlak mulia, karena teknologi membutuhkan moral obligasi untuk mengamankan manfaatnya bagi kepentingan dan kemakmuran umat manusia dan bukan menjadikan kebinasaan umat manusia.

Oleh: Zulkifli

Ketua Bidang ESDM PP KBPII, Kandidat Doktor Universitas Trisakti - Colorado University

(Bersambung)

TANGGAPAN

Belum ada tanggapan sampai saat ini.

Silahkan melakukan login terlebih dahulu sebelum Anda bisa memberikan tanggapan. Jika belum menjadi anggota, silahkan untuk mendaftarkan diri Anda terlebih dahulu. GRATIS!