Nasional

Tausiyah Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

Rabu, 07 Agustus 2013 16:34
halal bilhalal KB PII copy oke.jpg

Alumni PII - Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) atau Alumni PII mengucapkan Selamat Idul Fitri 1434 H. Taqabbalallahu minna waminkum. Sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa dan ibadah Ramadhan lainnya. Insya Allah kita semua dapat mencapai tujuan puasa yakni menjadi muttaqin, manusia yang bertaqwa.

 

Kepada saudara-saudara seiman yang  melaksanakan mudik tahun ini, kami doakan agar perjalanan anda semua lancar dan penuh berkah, baik ketika berangkat maupun ketika nanti kembali. Makna terpenting mudik adalah memperkuat tali silaturrahiim yang memang menjadi anjuran dalam agama kita. Mudik yang diniatkan untuk tujuan mulia itu selayaknya akan mendapat  nilai ibadah di hadapan Allah SWT.

 

Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini berada dalam suasana penuh keprihatinan. Seiring dengan naiknya harga BBM, semua harga kebutuhan pokok meroket. Penderitaan masyarakat menjadi dua kali lipat karena di bulan Ramadhan harga kebutuhan pokok memang selalu mengalami kenaikan. Banyak di antara saudara kita harus mengurangi konsumsi daging, yang biasanya menjadi sajian penting ketika merayakan Idul Fitri. Banyak pula yang mungkin tidak dapat menyediakan panganan tersebut karena sudah tak mampu lagi membeli.

 

Hendaknya keprihatinan yang kita alami tidaklah mengurangi kekhusyuan kita melaksanakan Idul Fitri, seperti juga ia tak mengurangi konsentrasi kita melaksanakan ibadah Ramadhan selama sebulan ini.

 

Suasana keprihatinan tersebut juga hendaknya makin mengokohkan kemauan dan semangat kita untuk saling berbagi. Yang berpunya sudah sepatutnya makin peduli kepada yang fakir. Yang berkecukupan sudah selayaknya makin memperhatikan yang miskin papa.

 

Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini juga berada dalam suasana demam politik nasional. Perhatian masyarakat, lebih lebih elit politik dan pemerintahan, tercurah hampir sepenuhnya kepada pemilu 2014. Tak mengherankan, kita menyaksikan betapa para elit politik, atau siapapun yang punya minat memperoleh jabatan politik, memanfaatkan momentum Ramadhan dan Idul Fitri ini untuk unjuk diri, agar terus diingat masyarakat, dengan harapan terpilih nanti.

 

Menggunakan momentum Ramadhan dan Idul Fitri untuk unjuk diri, barangkali boleh-boleh saja. Namun, alangkah eloknya bila unjuk diri itu lebih didasari niat untuk memperbaiki negeri. Bukan semata mata untuk memuaskan nafsu pribadi.

 

Masyarakat kita, yang mayoritas muslim, tentu sudah pandai membawa diri. Hingar bingar politik, yang berbaur dengan kemeriahan dan keagungan Ramadhan dan Idul Fitri, hendaknya tidak membuat kita melupakan makna hakiki Ramadhan dan Idul Fitri. Ummat hendaknya tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan, apalagi setelah kembali fitri.

 

Selamat merayakan Idul Fitri. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan bathin.

 

Perhimpunan Keluarga Besar

Pelajar Islam Indonesia Pusat (P-KB PII)

 

 

 

Soetrisno Bachir                                                          Djayadi Hanan

Ketua Umum                                                              Sekretaris Jenderal

TANGGAPAN

Belum ada tanggapan sampai saat ini.

Silahkan melakukan login terlebih dahulu sebelum Anda bisa memberikan tanggapan. Jika belum menjadi anggota, silahkan untuk mendaftarkan diri Anda terlebih dahulu. GRATIS!